Pemprov Ajak GUPPI Cerdaskan Masyarakat Sultra

Kendari, (Inmas Sultra) — Menyambut Hari Ulang Tahun Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI), yang jatuh tanggal 3 Maret 2014, Pesantren Ummussahbri (Pesri) Kendari menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Kamis (9/1/2014). Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. M. Saleh Lasata, mewakili Gubernur Sultra, berkenan membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wagub Sultra mengatakan, GUPPI yang dulunya dari panggung politik praktis telah kembali dan fokus turut serta mencerdaskan masyarakat Indonesia. Itu sejak tahun 1998 pada muktamar VII di Jakarta. “Usaha mencerdaskan masyarakat juga merupakan misi utama BAHTERAMAS Sultra, melalui pendidikan gratis,” kata Saleh Lasata.

Menurutnya, program pendidikan gratis ini tidak sekedar menghindarkan anak-anak dari putus sekolah, namun mendorong dan memberikan beasiswa kepada ribuan putra-putri Sultra untuk melanjutkan ke jenjang Strata Satu dan Dua pada perguruan tinggi di pulau Jawa.

Hal ini, kata dia, merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Sultra dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Program itu juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat yang dibuktikan dengan penganugerahan “Ki Hajar Dewantara Award”. “Terdapat relasi yang kuat antara misi utama GUPPI dengan program pembangunan Sultra,” ujarnya.

Wagub menjelaskan, pembangunan SDM yang berkualitas melalui program BAHTERAMAS merasa menemukan mitra barunya, khususnya GUPPI Sultra. Faktanya GUPPI di Sultra hadir dan eksis sejak tahun 1971 dan langsung mendirikan dan membina Pesantren Ummusshabri. Meski pada akhir tahun 90-an kiprah organisasi kurang tampak.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GUPPI, H. Hunaeni Shaleh mengatakan, era reformasi pengembangan sistem pendidikan islam, seperti cita-cita pendiri GUPPI pada tahun 1950-an, secara konseptual telah tercapai namun belum sepenuhnya.

GUPPI di berbagai daerah mendapatkan dukungan bantuan finansial dan bantuan fasilitas sarana pendidikan dari Pemerintah, hanya saja persoalannya secara umum penyelenggaraan pendidikan agama dan keagamaan hingga kini kualitasnya belum maksimal,” kata Hunaeni.

Ia berharap, melalui seminar GUPPI dalam rangka memperingati HUT GUPPI memberikan inspirasi bangkitnya GUPPI di hari-hari mendatang. “Apalagi, status lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren telah diakui sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan nasional,” jelasnya.

Hunaini menegaskan, eksisitensi pendidikan agama dan pendidikan keagamaan dilindungi serta diperkuat secara eksplisit dalam Undang-Undang. “Bahkan dalam sistem pendidikan nasional, lembaga pendidikan swasa telah disetarakan dengan pendidikan negeri,” tegasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sultra, Rakhman, sesepuh Pesantren Ummusshabri (Pesri) Kendari, H. A. Karim Aburaera, Pimpinan Pesri Kendari KH. Mursyidin, delegasi DPD GUPPI dari sejumlah Provinsi se Indonesia, sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Sultra, Sekretaris Manajemen Pesri Kendari Supriyanto bersama para pengasuh, pembina, serta santri dan alumni Pesri Kendari. (Karim-RS/Pudo)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information