Dr. Supriyanto : Mengembangkan Madrasah Harus Berjiwa Entrepreneurship

Supriyanto

Sekretaris Manajemen Pesantren Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto mengatakan bahwa Mengembangkan madrasah harus berjiwa Entrepreneurship. Hal tersebut disampaikan ketika menyampaikan sambutan dan arahan dihadapan orang tua wali siswa kelas IX dalam rangka Persiapan MTs Pesri Kendari menghadapi Ujian Madrasah (UM), Ujian Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), Ujian Nasional (UN) dan Wisuda Santri Tahun Pelajaran 2013-2014 di Aula KH Baedawi Pesantren Ummusshabri Kendari (Sabtu,25/1/14).

Dihadapan orang tua santri beliau juga memaparkan kondisi sarana prasarana Pesantren Ummusshabri Kendari termasuk pembangunan gedung pembelajaran lantai tiga yang sekarang  sementara dikerjakan.Bangunan yang sedang dalam pengerjaan ini sudah digunakan 14 Lokal dari 36 Lokal yang direncanakan, dan menurut rencana pembangunan ruang pembelajaran seperti ini akan kita buat 3 unit sehingga jumlah lokalnya sekitar 108 lokal, secara umum bangunan yang sedang dikerjakan ini merupakan swadaya.

Menurut dia pembangunan ini akan terus dilanjutkan selain mengarapkan bantuan dari Kementerian Agama ataupun Pemerintah Daerah  juga mengharapkan bagi mereka yang berkemampuan atau berkecukupan untuk berinfak demi lancarnya pembangunan ini, kami tidak  hanya menerima sumbangan dalam bentuk uang, Cek, Transfer, bisa juga   menyumbang dalam bentuk barang, seperti besi, semen, batu dan sebagainya.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa” jika sekiranya ada yang ingin langsung menyumbang berupa bangunan, Silahkan ! nantinya bangunan hasil sumbangan tersebut kami akan beri nama sesuai nama penyumbangnya” Kata Supriyanto.

Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung pemberian Akreditasi yang diberikan kepada MI dan MTs Pesri Kendari yang keduanya memperoleh akreditasi A. “Pemberian akreditasi A ini merupakan bentuk kesejajaran atau kesepadanan lembaga ini dengan sekolah-sekolah lainnya, khususnya di Kota Kendari”pungkasnya. .

Sementara itu Kepala MTs Pesri Kendari Ismail Kadir M.Ag di awal pengantar pertemuan ini mengatakan, MTs Pesri Kendari semenjak beberapa tahun terakhir ini berusaha meningkatkan kedisiplinan, baik siswa maupun guru. salah satu upaya tersebut diberlakukannya aturan sistem poin, yang mana setiap item pelanggaran akan dicatat dan akan dilakukan pengurangan poin, dan ketika poinnya habis siswa yang bersangkutan akan dikembalikan kepada orang tuanya. .

Selain itu MTs Pesri juga telah menggunakannya Absen elektronik/Finger Print baik guru dan siswa. Khusus siswa Finger Print yang digunakan berbasis SMS geteway. Setiap siswa yang Finger datang dan pulang, informasinya akan terkirim ke orang tua melalui SMS. (IK)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information