Pesri Kendari Helat Wisuda Terpadu

Pesantren Ummusshabri (Pesri) Kendari (Rabu, 28 Mei 2014) menggelar wisuda terpadu santri siswa tahun pelajaran 2013-2014. Dalam kegiatan ini Pesri Kendari mewisuda sebanyak 347 santri/siswa dari semua tingkatan pendidikan Lingkup Pesri Kendari mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) sebanyak 69 santri ,Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 121 santri , Madrasah Tsanawiyah (MTs)sebanyak 121  dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 36 Santri.

Acara wisuda santri ini dihadiri oleh Walikota Kendari yang diwakili Asisten I bidang Pemerintahan Arifin Baidi,  SH Dewan Pimpinan Pusat (DPP)Gerakan Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) Prof Dr. H. Imam Tholha, SH, Dewan Pimpinan Daerah (DPD )GUPPI Sulawesi Tenggara Drs, Arsyidik Asuru. M.Ag,  Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari Zainal Mustamin, S.Ag, MA,  Ketua Badan Akreditasi Sekolah/madrasah Prov Sultra Prof Dr Abdullah Alhadza, Sesepuh Ummussabri, Alumni, Pejabat Kemenag, Dewan Guru, pengasuh/Pembina, Orang tua wali santri serta para wisudawan dan wisudawati.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari menyampaikan secara historis sekilas perjalanan  Pesantren Ummusshabri Kendari sejak awal berdirinya tahun 1973 sampai sekarang, termasuk menceritakan terjadinya perubahan sistem pengelolaan Ummusshabri Kendari sampai sekarang ini. Ia menyampaikan bahwa  secara resmi berdasarkan konteks sejarah usia ummusshabri ini sudah mencapai usia  41 tahun. Pesantren Ummusshabri ini didirikan oleh GUPPI yang waktu itu masih bernama Gabungan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam dan ketika itu ketua yayasannya adalah H. Muhtaram SH yang saat itu menjabat sebagai kepala Kejaksaan Tinggi sultra, kemudian setelah itu antara tahun 1975 -1978 ketua yayasannya dipegang oleh Drs. Abdullah Silondae yang saat yang sama juga sebagai Ketua DPD GUPPI Sultra dan dalam jabatan pemerintahan saat itu ia juga sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, kemudian pada tahun 1978 – 1999 kurang lebih selama 21 tahun ketua DPD GUPPI Sulawesi Tenggara dijabat oleh H. Abd Karim Aburaera, SH, dan sekretarisnya dijabat Oleh Baso Suamir, kemudian pada tahun 1999 – 2013 Ketua DPD GUPPI Sultra dijabat oleh H. Mustafa Husba, SE, dan sekretarisnya Drs, Arsyidik Asuru. M.Ag  dengan ketua Yayasannya adalah Abd. Muin P. Pada tahun 1993 Gubernur Sultra menyerahkan pengelolaannya tanah yang luasnya 4, 9 hektar kepada yayasan Pesantren Ummusshabri Kendari. Diawal berdirinya sampai sekitar tahun 2000 operasional Pesantren Ummusshabri ini masih di tanggung oleh Pemerintah daerah. Namun setelah itu Penglolaan Pesantren Ummusshabri mulai bergeser dari etos ketergantungan kepada pemerintah menjadi etos yang lebih mandiri.  Kemudian dalam perjalanan berikutnya sekitar tahun 2008 setelah kembalinya alumni ummusshabri kembali dari studi S2 dan S3 diluar Sulawesi KH Baso Suamir pada saat itu mengajak para alumni untuk  bersama sama membangun Pesantren Ummusshabri Kendari yang pada akhirnya terbentuklah pengelolaan Pesantren Ummusshabri dengan nama manajemen Ummusshabri. Saat itu dilakukan diagnosa permasalahan yang dihadapai oleh Pesri Kendari ditemukan beberapa permasalahan antara lain kinerja guru/pengasuh yang masih lemah, lingkungan sekolah yang kurang aman, manajemen pengelolaan yang belum tertata dengan baik , budaya keagamaan yang belumn terlalu tampak dalam lingkungan pesantren, serta miniminya inovasi dalam pengelolaan. Dengan manejemen terpadu yang diterapkan tersebut  akhirnya permasalah yang ada tersebut bisa diatasi dan hasilnya bisa kita saksikan sekarang ini, jumlah santri yang pada tahun 2009 hanya sekitar 430 sekarang ini telah mencapai jumlah 1986 siswa dari semua tingkatan dan di asuh kurang oleh 111 guru dan pengasuh. Sejumlah prestasi juga telah banyak ditorehkan para santri dan telah mengaharumkan Pesri Kendari baik di tingkat Kota Kendari, Tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional. Dari aspek pembangunan fisik Pesri Kendari saat ini telah Pesantren telah malaksanakan pembangunan Gedung 3 lantai yang saat ini sudah menyelesaikan 18 ruang belajar yang dibangun dari dana swadaya masyarakat, infak dan bantuan dari Kementerian Agama. Dan Pesantren Ummusshabri sekarang ini sudah menjadi pilihan utama bagi orang tua di Sulawesi Tenggara khususnya yang ada di kota Kendari “Ungkap Supriyanto.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GUPPI Prof Dr. H. Imam Tolha, SH,dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan wisuda yang dilaksanakan oleh Pesantren Metropolitan Ummushabri Kendari yang bernaun di bawah DPD GUPPI Sultra ini sebagai suatu prestasi yang luar biasa. Menurutnya  kegiatan wisuda Pesantren Ummusshabri ini memberikan kesan yang luar biasa karena untuk pertama kalinya ia hadir menyaksikan wisuda ini secara Terpadu ini mulai dari tingkat PAUD/TK/KB, MI, MTs dan MA” katanya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengungkapkan  tentang makna dan simbol penggunaan pakaian toga yang sekarang ini digunakan oleh para wisudawan wisudawati. Menurutnya warna hitam  itu adalah warna gelap dan misterius karena itu merupakan kewajiban kita termasuk anak anak yang di wisuda untuk menyingkap kegelapan atau kemisteriusan tersebut. tentunya untuk mengungkap tersebut adalah dengan Ilmu pengetahuan “ ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama,  Walikota Kendari yang diwakili Asisten I bidang Pemerintahan Arifin Baidi,  SH dalam sambutannya mengharapkan kepada pengelola Yayasan Ummusshabri Kendari untuk bisa bersinergi dengan beberapa program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Kendari dengan mendukung visi dan misi Kota Kendari, yaitu Terwujudnya Kota Kendari sebagai Green City, Smart City dan Spiritual City termasuk juga mewujudkan program yang selama sudah ada seperti Green School dan Adiwiyata.

Kegiatan wisuda ini bertambah meriah karena menampilkan beberapa hiburan dari setiap satuan pendidikan lingkup Pesri Kendari, seperti vocal grup tarian kreasi (IK)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information