Upacara Terpadu Pesri Kendari hadirkan Wawalikota sebagai Pembina Upacara
- Details
- Category: Berita
- Published on Tuesday, 09 December 2014 00:07
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 1940

Upacara terpadu Pesantren Ummusshabri ( Pesri )Kendari yang rutin dilaksanakan tiap bulan di minggu ke dua pada hari Senin, 08 Desember 2014, terasa berbeda dari upacara sebelumnya karena pada upacara ini menghadirkan Wakil Walikota Kendari Ir. H. Musaddar Mappasomba, M.S.i Sebagai Pembina upacara
Pada Upacara terpadu ini Musaddar Mappasomba menyampaikan bahwa Perubahan–perubahan pundamental yang mendasar di Negara ini selalu dipelopori oleh pemuda, pelajar dan mahasiswa mulai sejak tahun 1908 dengan gerakan budi utomo, tahun 1928 dengan sumpah pemudanya, tahun 1945 saat upaya proklamasi Kemerdekaan Indonesia serta tahun tahun bersejarah lainya, pemuda pelajar dan mahasiswa memegang kontribusi yang besar.meskipun di tengah buramnya pemberitaan oknum pelajar yang terlibat dalam tawuran miras, seks bebas, narkoba dll, kita yakin bahwa hal tersebut merupakan bahagian dari dinamika pemuda pelajar dan mahasiswa. Sebahagian saham saham kebangkita tersebut dimiliki oleh santri –santri Ummushabri, jangan pesimis menghadirkan mimpi mimpi besar dalam kehidupan kita, Para pejabat atau petinggi yang sekarang memimpin bangsa ini mereka pun dulunya ketika masih di SMA belum terpikir untuk menjadi seperti jabatan dia sekarang ini” katanya

Guru merupakan penghubung, jembatan atas mimpi mimpi mereka tersebut, karena itu tidak menutup kemungkinan bahwa dari padepokan Ilmu Pesantren Ummusshabri ini sangat besar potensinya melahirkan generasi penerus yang akan mejadi pemimpin besar dimasa akan datang” cetusnya
ia mengharapkan guru, khususnya guru di Ummusshabri tertanam cinta yang tulus, kasih sayang yang indah serta keinginan yang sangat besar untuk kemudian mengantar anak-anak menjadi pemiliki masa depannya karena itu bapak ibu guru harus siap menjadi jembatan masa depan”ungkapnya.
ia juga mengharapkan bapak ibu guru sebelum mengajar didahului dengan doa yang sungguh-sungguh untuk mengharapkan kebaikan dari anak didiknya, kalau itu telah dilakukan maka bapak ibu menjadi guru yang menginspirasi dan namanya ibu guru akan di kenang oleh anak didiknya, tergantung kita semua. Apakah kita ingin menjadi guru yang terlupakan yang hanya sekedar lewat saja ataukah kita ingin agar anak anak kita mengeja nama kita disanubarinya yang paling dalam dan selalu mengenang kita disepanjang hayat kehidupannya ? tapi kalau kita hanya sekedar menggugurkan tanggung jawab apalagi hanya untuk memenuhi jam sertifikasi mengajar kita maka kita akan hanya lewat saja dan sekedar formalitas berinteraksi antara anak didik dan guru” imbuhnya.
Ada dua syarat supaya anak didik kita sekarang ini menjadi inisiator atau inspirasi dari setiap perubahan tersebut, yang pertama harus cerdas. Para pemimpin dahulu di zamannya memang cerdas, bukan tukang contek ataupun suka mengantuk kalau belajar dan salah satu syaratnya bisa cerdas adalah harus banyak membaca dan perintah membaca ini sesuai dengan petunjuk Alquran surah Al Alaq Ayat 1 – 5 .
Yang kedua harus mempunyai akhlak dan integritas diri yang utuh salah satunya adalah kejujuran dan yang syarat ketiga adalah siswa harus memuliakan orang tua dan guru. Siapa yang durhaka kepada orang tuanya dan durhaka kepada gurunya maka tidak ada jalan keselamatan dan kemuliaan yang ia dapatkan di dunia dan di hari akhirat nanti haram mencium baunya surga. Bagaiman bisa mengharapkan generasi yang malahirkan karya besar jika durhaka kepada orang tua dan guru” katanya.
Upacara terpadu ini juga di hadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari Zainal Mustamin, S.Ag, MA, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto, Ketua Majelis Madrasah Terpadu Pesri Kendari Drs. H. Alimuddin K, Kepala madrasah Lingkup Pesri Kendari, dewan guru, serta siswa siswa dari semua tingkatan mulai dari Paud, Mi, MTs Dan MA Pesri Kendari
Upacara terpadu ini lebih semarak dan meriah karena dihibur oleh Marching Band/Korsp Musik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pesri Kendari(IK)

















