Pakar Pendidikan Sultra Apresiasi Kelas Bilingual Ummusshabri Kendari

Pakar pendidikan Sulawesi Tenggara Prof Dr. H. Abdullah Alhadza, MA yang juga menjabat sebagai  Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) sultra mengapresiasi kelas bilingual CIBI (Cerdas Intelektual Berbakat Islami( Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta kelas CIBER Untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang digagas oleh yayasan ummusshabri Kendari “ ini merupakan Inovasi dan tentunya untuk membuat sesuatu yang baru butuh  keberanian, dan saya melihat Kelas ini lebih layak disebut sebagai kelas modern”.

Hal Tersebut disampaikan oleh Abdullah Alhadza saat bekunjung di kelas bilingual Pesantren Ummusshabri Kendari (Sabtu, 15 Agustus 2015).

Selain itu menurut Abdullah Al Hadza Kelas Bilingual yang oleh Pesri Kendari di namai Kelas CIBI  dan  CIBER ini merupakan inovasi yang sangat bagus dan sebaiknya lagi konsep tentang CIBI dan CIBER  ini  lebih dimantapkan lagi karena pada saatnya nanti mungkin saja mungkin akan terjadi pergentian pengelola, nah kalau konsepnya sudah mapan bagi mereka yang datang kemudian sudah akan mudah untuk melakukan penyesuaian ungkap Abdullah Alhadza.

Saya salut kepada yayasan ummussbri kendari yang telah berani tampil beda dari sekolah lainnya, tapi tentu tampil beda saja tidak cukup tanpa ada konsep yang jelas, menurutnya ini merupakan langkah maju dan saya salut dengan semangat ummussbari  dengan mebuka kelas CIBI dan CIBER ini.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. Supriyanto, MA mengungkapkan, kelas bilingual atau yang lebih populernya disebut CIBI dan CIBER ini  ini dibentuk dalam rangka meningkatkan prestasi peserta didik di segala bidang ilmu pengetahuan, terutama bidang keagamaan yang merupakan orientasi Pesantren Ummusshabri. Kelas ini memiliki guru kelas 3 orang untuk MI dan 4 orang guru untuk MTs pada tiap kelasnya serta memiliki kemampuan  yang berbeda-beda, diantaranya guru agama Islam, sains dan kebahasaan, serta psikolog.

Menurutnya Kelas Bilingual ini merupakan salah model pembelajaran yang didesain dengan pendekatan berbeda dibandingkan dengan kelas reguler pada umumnya. Dalam arti kata kelas bilingual ini memiliki beberapa kelebihan dibanding kelas reguler, diantaranya guru yang ditempatkan di kelas unggulan ini melalui hasil seleksi ”Selain itu, ruang kelas Bilingual juga didesain senyaman dengan menggunakan AC dan didukung dengan pembelajaran berbasis Informasi dan Teknologi. ( IK

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information