Yayasan Ummusshabri Kendari Gelar Workshop Akhir Semester
- Details
- Category: Berita
- Published on Monday, 27 June 2016 00:31
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 2117
Yayasan Ummusshabri Kendari (Minggu, 26 Juni 2016) menggelar Workshop Akhir Semester Genap tahun pelajaran 2015-2016 di Aula Mini lantai 2 Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari.
Kegiatan yang digelar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Prov. Sultra Drs. Joko Purnomo, M.Pd dan akan berlangsung selama 4 hari sampai tanggal 29 Juni 2016 mendatang.
Kegiatan yang mengambil tema “Mengoptimalkan Kecerdasan Siswa Melalui Teknik Sugesti, Hypnotherapy dan Hypnoteaching” diapresiasi oleh Kepala Seksi Penma Sultra ini.
Menurut Joko Kegiatan Workshop dengan mempokuskan kepada teknik Sugesti, Hypnotherapy dan Hypnoteaching merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan di Sulawesi Tenggara khususnya yang diselenggarakan oleh lembaga seperti Ummusshabri ini.” Ungkap Joko.
Joko mengungkapkan bahwa Janganlah dalam rangka peningkatan kompetensi guru selalu bergantung kepada program pemerintah, saat ini khususnya di Kementerian agama menurut Jjoko terkait dengan pelatihan, bintek, seminar dan sebaganya sudah sangat kurang kalau sebelum sebelumnya sampai begitu banyak pelatihan sampai berbagai angkatan, tapi untuk tahun 2016 ini hanya ada 2 angkatan saja itupun sudah dihemat dan anggaran untuk pendidikan islam dipangkas, sehingga praktis berpengaruh kepada bantuan bantuan khususnya untuk madrasah swasta. Oleh Karena itu upaya yang dilakukan Ummusshabri ini dengan melakukan Workshop secara mandiri merupakan terobosan yang sangat bagus.”ungkap Joko.
Selama ini pengembangan kompetensi guru hanya berpusat di Kanwil Kemenag Agama, sehingga pelatihan itu tidak berbasis kepada kebutuhan, tapi berbasis kepada program dan secara umum belum bisa menyentuh seluruh tenaga pendidik yang ada di Sultra. Karena itu kedepan program tersebut harus berbasis kepada kebutuhan dan mungkin bisa kita telorkan dalam bentuk MGMP atau KKM kalau dana dana pelatihan yang ada di provinsi itu kita lempar di MGMP atau KKM maka tentu pelatihannya akan sesuai kebutuhan. Karena kebutuhan dari setiap satuan pendidikan mungkin akan berbeda beda, misalnya mungkin hanya butuh pelatihan terkait Penilaian atau terkait dengan stategi atau metode pembelajaran, karena itu yang merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan disatuan lembaga tersebut dan lebih bisa menjangkau lebih banyak tenaga pendidik.”ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga Joko menyampaikan bahwa kwalitas pendidikan kita juga ditentukan oleh kualitas guru, meskipun kurikulum kita telah berubah-ubah sampai kepada kurikulum kita yang terbaru yaitu Kurikulum K13 kunci semuanya juga kembali pada guru, Kalau cara pandang atau mind setnya tidak berubah, dilatuh apapun maka yang dipraktekkan adalah pengalaman lama, kebiasaan kebiasaan lama. Kalau mind set guru tidak berubah, hanya sekedar menggugurkan kewajiban yah tentunya sudah pasti tidak banyak perubahan dalam praktek pembelajaran yang dilaksanakan, jadi guru harus diberi semangat, kalau dalam bahasa komputernya di refresh kembali, disegarkan kembali atau kita update, jadi guru kapan tidak diupdate tentu pengetahuannya juga akan kadaluarsa”tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kalau kita kembali melihat Permen PAN RB No 16 tahun 2009 tentang jabatan guru dan angka kreditnya maka sebenarnya memang tidak lagi memberi ruang kepada guru untuk tidak berinovasi dan berkreasi untuk mengembangkan diri,karena untuk naik pangkat khususnya PNS harus memenuhi kredit tertentu untuk bisa naik pangkat. Seperti harus membuat karya inovativ, publikasi Ilmiyah dan lainya, kalau itu dia tidak lakukan tidak akan bakal naik pangkat.”ungkap Joko .
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop akhir semester yang dilaksanakan ini dan semenjak adanya program Unggulan CIBI dan CIBER merupakan kegiatan yang ketiga kalinya yang mulai rutin dilaksanakan oleh ummusshabri setelah sebelumnya juga menyelenggarakan workshop terkait pembelajaran berbasis Lesson Studi serta workshop peningkatan Informasi dan teknologi (IT) bagi guru. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengupdate inovasi dan kreasi pembelajaran guru dan itu kita sesuaikan dengan kebutuhan Ummussshabri.”jelas Supriyanto.
Workshop seperti ini menurutnya sebagi bukti bahwa minimal dalam 1 semester dilaksanakan workshop, diluar workshop yang dilaksanakan oleh lembaga lain, dan itu kita lakukan secara mandiri, sebab kalau menunggu undangan workshop yang diselenggarakan oleh lembaga lain mungkin sangat langka untuk workshop dengan kebututuhan seperti ini.
Karena itu Workshop yang dilaksanakan ummusshabri ini lahir diskusi guru terkait kebutuhan apa lagi yang seharusnya dimiliki guru untuk meningkatkan Profesional mengajarnya. “Ungkap Supriyanto.
Kegiatan Workshop ini akan menghadirkan pemateri dari Lokal Provinsi Sulawesi Tenggara, dari Jawa Timur dan Jakarta yang ahli dibidangnya masing masing.
Serimoni Pembukaan Kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua Majelis Madrasah Pesri Kendari Drs. H. Alimuddin K, Kepala Madrasah Lingkup Pesri Kendari serta pesrta workshop yang diikuti oleh sekitar 60 orang guru perwakilan dari satuan pendidikan lingkup Ummusshabri Kendari mulai dari Tingkat PAUD, MI, MTs dan MA. (IK)

















