CEO SRI ABIM Malaysia Bakal Sambangi Ummusshabri
- Details
- Category: Berita
- Published on Saturday, 15 October 2016 07:10
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 2375
Pasca Academic Tour yang berlangsung mulai tanggal 2-9 Oktober lalu, kini Yayasan Ummusshabri Kendari (Yasri) tengah menanti kunjungan balasan dari pimpinan sekolah mitra di Malaysia. Yakni, CEO Sekolah Rendah Islam (SRI) ABIM dan Kolej Dar Al-Hikmah, Hj. Khaelani, bersama Pakar Pendidikan Malaysia, Hj. Ahmad Badri serta Dr. Zuraeda Abdullah (Universitas Malaya), yang diagendakan pada tanggal 5-9 Januari 2017
Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. Supriyanto, MA. menuturkan, kunjungan balasan adalah salah satu wujud keseriusan dari negara mitra. Adapun Memorandum of Understanding (MoU) telah dibangun untuk setiap jenjang, mulai dari PAUD hingga Madrasah Tsanawiyah.
Ada 3 hal mendasar yang kami jalin dalam nota kesepahaman tersebut. Yakni, program pertukaran guru, pertukaran pelajar dan pertukaran inovasi pembelajaran. Dan dalam kunjungan balasan ini mereka membawa misi mengamati secara langsung proses belajar mengajar serta potensi yang dapat dipertukarkan antar kedua belah pihak," ujarnya.
Selain itu, kunjungan di Sekolah Menengah Kebangsaan Jalan 4 Bandar Baru (sekolah cemerlang atau sekolah unggulan) menghasilkan komitmen untuk terus mengembangkan kerjasama khusus jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.
Sedangkan di Thailand, sambungnya, ketiga sekolah yang digandeng sebagai mitra, meminta tenaga pendidik Yasri untuk mengajar disana, pada semua disiplin ilmu (utamanya yang sesuai dengan basic guru) sekaligus mata pelajaran Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. "Ada kesadaran sekolah untuk menyisipkan pembelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu ke dalam pendidikan formal dan ini menjadi celah positif bagi Ummusshabri untuk mengembangkan sayap," tambahnya.
Pada Ulang Tahun Yasri (5-9 Januari mendatang), mitra dari Negara Thailand pun akan turut hadir, dengan agenda yang sama dengan Negara Malaysia. Yakni, mendalami inovasi yang diterapkan dalam kelas unggulan CIBI dan CIBER.
Dan mereka sangat tertarik pada bidang seni dan budaya religius yang dikembangkan oleh Yayasan Ummusshabri dan itu yang kami tonjolkan," tambahnya.
Dalam penandatangan MoU di Thailand, pimpinan Piraya-Nawin Klonghin Wittaya School, Dr. H. Azmi Abubakar, Lc., pimpinan As-Shalihiyah School, Dr. Abdullah Yeelah dan pimpinan Nawawit International School, Dr. H. Zakaria, bersama pejabat kerajaan yang khusus menangani sekolah swasta menunjukkan perhatian lebih. Mereka mengapresiasi kerjasama dan berharap agar hubungan lebih dikembangkan dengan memperluas cakupan.
Dalam Academic Tour, rombongan guru mengunjungi 5 sekolah di kedua negara Asean, yaitu Sekolah Menengah Kebangsaan Jalan 4 Bandar Baru, SRI ABIM, Kolej Dar Al-Hikmah, Piraya-Nawin Klonghin Wittaya School, As-Shalihiyah School dan Nawawit International School (Thailand).
Kami akui, kultur akademik disana sangat menakjubkan. Bayangkan saja, di jam istirahat pun, siswa SMP dan SMA tetap belajar dengan membentuk kelompok kelompok kecil menerapkan sistem bermain sambil belajar. Ini merupakan kultur yang patut dicontoh," tambah Supriyanto.
Menurutnya, untuk mencapai tujuan mulia mengembangkan Ummusshabri, harus dimulai dari guru. Etos kerja guru di kedua negara sangat luar biasa dan bahkan tidak terpaku pada gaji. Pasalnya, kultur seperti itulah yang berkembang sejak awal.
Setelah kembali dari Academic Tour, guru harus termotivasi untuk membenahi budaya mengajar termasuk inovasi dan cara menghadapi peserta didik. Kultur perlu dibangun mulai sekarang, tidak ada kata terlambat. Okelah dari segi fisik mungkin kita belum mampu menyaingi, namun dari segi spirit dn inovasi jelas kita tidak kalah," tandasnya (Feb/IK)

















