Siswa Ummusshabri Ikut Inter-Cultural Learning and Frienship Program di Bangkok

Sebanyak 6 siswa Ummusshabri Kendari mengikuti Inter-Cultural Learning and Frienship Program ( ILFriP )ke 10 di Bangkok Thailand iven Internasional yang akan berlangsung pada 17 s/d 22 Januari diikuti 11 negara aantara lain Vitnam,, New Zeland, Philipina, Brunai Darussalam, Srilangka dan Indonesia.

Setiap Negara mengutus 20 peserta. Begitupun dengan Indonesia 6 diantaranya diisi oleh peserta dari yayasan Ummusshabri Kendari. Keenam siswa itu adalah Ade Putry Widiyanti, Aquino Kemas khan, Addienul Haq, Arya Aryani Arsyad, Faradillah Azahra dan Eerina Nur Islamiyah.

Ketua yayasan Ummusshabri Kendari, Dr Suprianto MA, mengatakan iven ini menjadi peluang emas untuk mengenalkan yayasannya hingga ke mancanegara. Selain itu, ajang internasional ini akan membangun karakter mandiri siswa itu sendiri.

Kegiatan ini merupakan wujud dari kerjasama internasional yang udah kita bangun dengan beberapa negara, baik ASEAN, Eropa sampai Timur Tengah. Ini baru awal masih ada 22 iven internasional yang akan dilaksanakan di 13 negara untuk diikuti selanjutnya. Dan kita sudah programkan tahun ini, paparnya.

Dijelaskan Suprianto saat ini Indonesia sudah memasuki pasar ekonomi global dimana tidak ada lagi batas-batas dalam interaksi budaya dan bahasa. Di Sulawesi Tenggara sendiri setiap bulan diperkirakan ratusan tenaga kerja asing yang datang baik sebagai pemodal maupun pekerja teknis.

Mereka tentu datang dengan budayanya sendiri dan nyaris tidak memiliki ketrampilan berbahasa lokal. Fakta ini tidak dapat dihindari lagi sebagai konsekwensi dari dirterapkannya MEA, terangnya. .

Untuk itulah lanjut, Suprianto, pola pendidikan dan pengajaran di sekolah dituntut untuk membekali mental peserta didik, agar siap menghadapi era kompetitif tersebut. Dalam hal ini , mereka tidak perlu diisolasi karena suka atau tidak suka pasti menghadapi fakta persaingan global. Selain itu penguasaan bahasa asing (Arab Inggeris) yang menjadi bahasa pergaulan Internasional. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan budaya-budaya dari negara-negara lain supaya kelak tidak canggung tidak minder karena punya kepercayaan diri. (Kp/has/wl/IK)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information