Ummushabri Kendari Peduli Lombok
- Details
- Category: Berita
- Published on Saturday, 01 September 2018 15:23
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 1510

Gempa bumi 7 skala richter yang menguncang Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebabkan korban nyawa dan finansial. Bagaimana tidak hampir 95 % kerusakan terjadi pada beberapa lokasi. Banyak korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yang saat ini menyisakan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Bahkan saat ini masih ada beberapa gempa susulun yang membuat warga selalu siaga, tutur salah seorang guru MI Ummusshabri Kendari Yono, M.Pd.I yang turut serta mengantarkan bantuan langsung di lokasi kejadian).
Melihat kondisi yang terjadi maka Yayasan Ummusshabri Kendari mengambil tindakan cepat dan tepat. melalui melakukan aksi pengumpulan bantuan. Kegiatan ini merupakan aksi nyata yang kesekian kalinya dilakukan oleh Yayasan Ummusshabri Kendari. Dimana aksi sebelumnya membantu warga sekitar kota kendari dalam bentuk bantuan sembako pada bulan Ramadhan. Kegiatan aksi peduli sosial ini merupakan bentuk nyata dari implementasi pendidikan karakter kepada siswa-siswi MI, MTs dan MA Yayasan Ummusshabri Kendari.
Pada kegiatan aksi peduli sosial yang bertemakan “Ummusshabri Peduli NTB” ini dilakukan di lokasi yang mengalami kerusahakan terparah bahkan wilayah yang berada di pedalaman sehingga susah untuk dijangkau bantuan. Hari pertama tim yang diutus oleh Yayasan Ummusshabri kendari diantaranya Yono, M.Pd.I dan Muh. Daud, M.Pd.I. mengujungi Lombok Utara. Sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan mengunjungi Lombok Barat. Untuk wilayah Lombok Utara ada 9 Posko yang diberikan bantuan diantaranya Dusun Karang Bedil Desa Tanjung, Desa Jinggale, Desa Gondang, Dusun Karang Anyar Desa Gondang, Dusun Empak Mayong, Desa Bangsal, Dusun Beraringan, dan WMI Desa Gondong. Sedangkan untuk wilayah Lombok Barat ada 7 Lokasi penyaluran yang saat ini masih proses penyaluran.
Selain memberikan bantuan tim relawan Ummusshabri Kendari melakukan hearing bersama anak-anak korban bencana untuk mengurangi trauma yang dialami. Bahkan sesekali tim relawan mengajak untuk melakukan tepuk semangat kepada anak –anak tersebut (bams/IK)

















