Ummusshabri Kendari Gelar Webinar Internasional
- Details
- Category: Berita
- Published on Monday, 24 August 2020 17:35
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 1529

Kendari (MTs Pesri) ---Yayasan Ummusshabri Kendari melalui International Officenya (Jumat 21 Agustus 2020) menggelar Webinar Internasional Via Zoom meeting cloud dengan mengusung tema "Menjaga Mutu Pendidikan selama Masa Pandemi Covid-19" diikuti oleh ratusan peserta dengan menghadirkan beberapa Nara Sumber baik dari dalam maupun luar negeri, mereka adalah:
Mr. Katsuhiro Yamauchi, Asisten Profesor pada Pusat Pendidikan BahasaUniversitas Seinan Gakuin, Japan
(Dr. HC) Aslam Khan Bin Samahs , Wakil Ketua ERICAN Group, Malaysia
John Rey Osben Pelila, LPT, GurupadaUniversitas Cordilleras Philipina
Chester P. Policarpio, LPT, Guru Profesional berlisensi Philipina
Fajeri Ishak, S.Pd.I., M.Ed, Kepala MI Ummusshabri Kendari, Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Fesal Musaad S.Pd M.Pd yang diwakili oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari H. Zainal Mustamin, S,Ag, MM menyampaikan sambutan dan closing speech dan kegiatan ini.
Berikut ini beberapa poin kesimpulan webinar
Nara sumber dari Jepang: penerapan belajar online dapat meningkatkan tingkat kemauan siswa untuk belajar karena siswa di rumah juga bosan kalau tidak melakukan apapun.
Nara sumber dari Malaysia : pembelajaran online dimasa pandemi sebenarnya bukan masalah karena sekarang kita sudah di era teknologi dan internet, asalkan tidak menjadikan internet itu sebagai pusat pembelajarannya, tetapi hanya sebagai alat pembelajaran.
Nara Sumber dari Filipina: pembelajaran yang baik adalah pembelajaran kolaborasi yang menyesuaikan dengan konteks pada kehidupan sehari hari, namun ini hanya efektif jika diterapkan secara offline.
Nara Sumber Indonesia : pembelajaran dengan menyesuaikan keadaan dengan menggunakan online dan offline bersamaan. Hal ini dilakukan dengan beberapa penyesuain kurikulum seperti menyederhanakan mata pelajaran yang dipelajari ke mata pelajaran tertentu saja, mengurangi durasi waktu belajar dan merenggangkan jadwal hari pembelajaran yang bisa sekali atau 2 kali per minggu. (IK)

















