Ummusshabri Gelar Penerimaan Rapor Terpadu Semester Ganjil TP 2022-2023
- Details
- Category: Berita
- Published on Thursday, 22 December 2022 11:32
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 1097

Kendari, (MTs Pesri)---Usai dilaksanakannya Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2022/2023 pada 1–9 Desember 2022 yayasan Ummusshabri Kendari gelar penerimaan rapor terpadu untuk tingkat PAUD, MI, MTs dan MA (7/12/2022).
Penerimaan rapor terpadu ini diawali dengan acara seremoni bertempat di Aula pertemuan lantai 3, yang bisa juga diakses atau diikuti secara online melalui channel Ummusshabri TV dan Youtube.
Acara seremoni ini sekaligus sebagai momentum pengumuman dan penetapan serta pemberian penghargaan kepada siswa-siswi yang berhasil menjadi juara umum pada masing-masing satuan pendidikan sebagai hasil evalusai dari PAS tahun ini.
Mengawali sambutannya pada acara seremoni, ketua yayasan Ummusshabri Kendari Dr. H. Supriyanto, MA menyapa kepada seluruh hadirin dan mengapresiasi siswa yang berprestasi sebagai anak-anak yang hebat.
Ia menuturkan, “Filosofinya, anak hebat tentu terlahir dari lingkungan yang hebat, guru yang hebat, proses yang hebat serta orang tua yang hebat pula, kombinasi dari semua itu menjadi faktor pendukung yang signifikan lahirnya anak-anak yang hebat, tidak ada hasil yang maksimal bagi seorang siswa jika tidak terjadi kerjasama dan kolaborasi yang baik antara orang tua dan guru secara berkesinambungan.
“Guru itu sebagai penunjuk jalan untuk membuka jendela dunia, tetapi yang mendampingi dan mengantarkan itu adalah orang tua, karena guru itu menjadi orang tua sambung dan orang tua kedua bukan sebagai orang tua tiri. Karena posisinya sebagai orang tua sambung dan orang tua kedua bagi anak-anak kita maka ada kewajiban kepada kita untuk memuliakan profesi guru sebagaimana kita juga memuliakan profesi kedua orang tua. Itu sebabnya sehingga banyak dalam buku dan kitab seperti dalam kitab ta’limul muta’allim, Imam Zarnuji membahas secara detail tentang keutamaan profesi dan kemulyaan seorang guru, “himbaunya.
Terkait dengan hasil PAS, ia menjelaskan “jika terjadi rentangan nilai antara satu siswa dengan siswa lainnya dalam satu kelas terlalu jauh misalnya yang tertinggi 100 dan yang terendah 30 maka dipastikan terjadi kesenjangan mutu, sementara mereka berada di kelas yang sama, lingkungan madrasah, sarana pendukung dan perlakukan guru yang sama pula, maka dipastikan ada variable lain yang menjadi penyebabnya, menurut saya mungkin saja variable orang tua juga menjadi salah satu penyebabnya karena daya dukung dan support orang tua itu menjadi yang paling utama. Karena itu, kita harus memastikan agar tidak terjadi kesenjangan nilai secara ekstrim antara siswa dengan siswa lainnya, agar terjadi kompetisi yang kuat dan sehat.
Lebih lanjut ia menambahkan, “prestasi siswa tidak hanya diukur dengan prestasi akademiknya, akan tetapi setiap anak memiliki prestasi dan kemampuan yang berbeda-beda, cuman karena sekolah dituntut untuk melakukan pengukuran tentang kinerja akademik guru dan pengukuran pencapaian dan penilaian pembelajaran maka sekolah kemudian menetapkan prestasi siswa itu dalam bentuk nilai/angka angka, tetapi ini tidak berarti bahwa yang nilainya tidak tinggi dianggap tidak berprestasi, karena hakekatnya setiap anak itu memiliki prestasi masing-masing yang kemudian disebut sebagai potensi diri dan itulah yang akan menjadi jalan menuju kesuksesan masa depan.
“kesuksesan itu hanya 25% ditentukan oleh nilai dalam bentuk angka-angka dan 75% ditentukan oleh keterampilan soft sklill, seperti; kemampuan kerjasama, sikap mandiri, motivasi yang kuat, jiwa yang tangguh dll.
“pada bulan Januari 2023 nanti kita akan melaksanakan International Expo serangkaian dengan ulang tahun Pesantren Ummusshabri yang ke 50 (ulang tahun emas) suatu usia yang sudah cukup tua, namun Ummusshabri baru bermetaforfosis pada tahun 2013 dengan sistem manajemen kepemimpinan yayasan yang kolektif-kolegial bukan kepemimpinan individual, dimana tanggungjawab itu terdistribusi secara merata sesuai dengan tupoksinya, seiring dengan itu maka berbagai perubahan dan perbaikan disemua sector kita lakukan, mulai dari perbaikan kualitas proses pembelajaran diawali dengan perbaikan system rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan, lalu perbaikan infrastruktur seperti yang bias kita saksikan saat ini.
Moment 50 tahun yang dirangkaikan dengan International Ummusshabri Expo kita akan kedatangan tamu pelajar dan guru dari beberapa negara, yang sudah konfirmasi diantaranya, 10 siswa dan 1 guru dari Malaysia serta 4 pakar pendidikan beserta istri/suaminya, Philipina 4 pelajar dan 1 guru, Turki 2 orang pakar, Singapura 1 orang, Nigeria 1 orang dll, “jelasnya.
“Mengapa Ummusshabri brandingnya harus International, karena tentunya kita tidak berharap jika anak-anak kita hanya berfikiran lokal akan tetapi harus berfikir global, karena saat ini pergaulan global itu sudah terjadi, anak-anak kita bisa bertemu dengan orang asing dimana saja mereka, sehingga modal kemampuan berkomunikasi itu menjadi penting, itu sebabnya pembelajaran berbasis bilingual di Ummusshabri menjadi skala prioritas untuk mempersiapkan anak-anak kita pada zamannya, “tutupnya.
Pada acara seremoni, juga diumumkan dan ditetapkan siswa-siswi terbaik pada masing-masing satuan pendidikan. Adapun siswa yang memperoleh nilai tertinggi pada PAS tahun ini dan ditetapkan sebagai juara umum kelas masing-masing satuan pendidikan diantaranya :
Tingkat Madrasah Ibtidaiyah; Alifiandra Radhika Atharizz (1-C), Zackia Nada Kirana Fatahullah (2-A), Daffa El Rafif Ashsiddiq (3-B), Sesya Sabila (4-G), Ahza Al Mirzha Hessian (5-B), dan Muhammad Faiz Rafasya (6-A)
Tingkat Madrasah Tsanawiyah; Nur Afifah Indah Kirana (7-A) Wa Ode Jyska Syafaa Dhiyaa Azighah (8-C) dan Amany Afifah Aspar (9-A)
Tingkat Madrasah Aliyah; Afdhol As Syamardi (10 MIPA-1) Andi Fauzan Akbar (11 MIPA-2) dan Sabrina Azizah Rahmadini Rabung (12 MIPA-2).
Selain juara umum kelas masing-masing satuan pendidikan juga ditetapkan juara umum madrasah, diantaranya untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah atas nama Zackia Nada Kirana Fatahullah (2-A) yang juga merupakan santri program tahfizh, dengan nilai rata-rata 93,59 untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah penghargaan juara umum diberikan kepada Amany Afifah Aspar (9-A) dengan nilai rata-rata 97,17 dan untuk tingkat Madrasah Aliyah penghargaan juara umum diberikan kepada Sabrina Azizah Rahmadini Rabung (12 MIPA-2) dengan nilai rata-rata 92,00 (MA/IK).

















