Ka Kanwil Kemenag Prov Sultra Lepas Jalan Santai HUT Pesri ke-41

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra H. Mohamad Ali Irfan (Kamis, 8 Januari 2015) melepas jalan santai dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Pesantren Ummusshabri (Pesri) Kendari yang akan jatuh pada hari Jumat, 9 Januari 2015.

Jalan santai ini diikuti oleh siswa/siswi mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Madrasah Tsanawiyah (MTs), madarasah Aliyah (MA), para pengasuh dewan guru, serta para alumni

Kegiatan yang dilaksanakan pagi ini mengambil rute star dari pintu Gerbang Pesri Kendari Jalan Ahmad menuju jalan samping SMK 2 Kendari, terus ke Jalan Saosao menuju arah Jalan Abunawas  Eks MTQ dan finish kembali di Pesri Kendari

Setelah finish kegiatan dilanjutkan dengan bazaar serta pencabutan undian door prize.

Ali Irfan mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap bisa lebih ditingkatkan dan diperluas kegiatannya seperti pentas adu keterampilan dan pengetahuan bagi murid atau santri pesantren tersebut.“Kegiatan yang melibatkan siswa yang banyak seperti ini, harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengasah kembali kemampuan santri yang telah diajarkan selama ini,” katanya.

Sementara Ketua Yayasan Pesri Kendari, DR. Supriyanto,MA mengatakan, selain gerak jalan indah, kegiatan lain yang merupakan rangkaian milad ke-41 Pesri Kendari adalah perkemahan raya dan beberapa kegiatan lainnya seperti Ummushabri Expo.

Selaku pengelola Yayasan, kami terus mencari formulasi terbaik sehingga mencerminkan keterbukaan kepada publik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anaknya untuk dididik di Pesri Kendari,” katanya.

Salah satu pola manejemen yang diterapkan adalah manajemen terbuka, yakni setiap pengajar ataupun yang akan menjadi pejabat di Yayasan Pesri Kendari harus melalui proses terbuka “Open Recruitmen” melalui tahapan yang telah ditetapkan.

Dewan Pembina Yayasan Pesri Kendari, KH. Mursyidin, mengatakan melalui beberapa kegiatan yang dilakukan tersebut bisa memotivasi santri untuk meningkatkan kemandirian dan pendalaman keagamaan.

Apapun bentuk pola pendidikan yang kami berikan santri, muaranya adalah meningkatkan mental religius sehingga akan menjadi modal spritual bagi santri dimanapun kelak mereka berada,” katanya. (Suparman-ant/Pudo/IK)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information