Pesri Kendari gelar Upacara HUT ke 41

Pesantren Ummusshabri (Pesri) Kendari  menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke 41 yang dilaksanakan Jumat, 9 Januari 2015 di Pelataran Upacara Kompleks Pesri Kendari dan  diikuti oleh seluruh siswa/santri Pesri Kendari mulai dari tingkat Pendidikan anak Usia dini (Paud), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah ( MA), dewan guru , dewan pengasuh dan para alumni

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua GUPPI Provinsi Sulawesi Tenggara yang di wakili oleh Sekretaris Guppi Sultra Drs. H. Alimuddin K, Ketua Yayasana Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto, MA, dan Ketua IKA Pesri Kendari Drs. Abu Yazid, Serta Para Alumni .

Bertindak sebagai Pembina Upacara Ketua umum Gabungan Gerakan Pembaruan Pendidikan Islam (Guppi) yang di wakili Oleh ketua I Guppi Pusat Dr . H. Mahmud, MM.

Dalam arahanya Mahmud banyak mengulas tentang sejarah terbentuknya Guppi semenjak lahirnya pertama kali di Sukabumi tanggal 3 Maret 1950. Di awal berdirinya GUPPI yang merupakan singkatan dari Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam pada muktamarnya di penghujung tahun 90 an namanya diubah menjadi Gerakan Pembaruan Pendidikan Islam. Kata “Gabungan” diganti dengan  “Gerakan”  dan kata “Perbaikan” diganti dengan “Pembaruan”. Perubahan ini pada dasarnya tidak bersifat subtantif dalam arti tidak merubah tujuan dan cita cita dasar GUPPI untuk melakukan revitalisas, perbaikan dan pembaruan pendidikan Islam dengan visi modernitas atas prinsip “ Melestarikan hal lama yang baik dan mengambil hal yang baru yang lebih baik”. Jelas Mahmud.

Menurutnya ada beberapa komponen pendidikan yang harus diperbaiki atau diperbaharui, yaitu Pertama “ Isi Pendidkan atau Kurikulum), menerapkan kurikulum standar yang ditetapkan oleh Kementerian Agama bagi satuan pendidikan formal, sedangkan untuk non formal diperbaharui oleh pengasuh atau Kiai pesantren bersangkutan sesuai tuntutan masyarakat.,

Kedua Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan ilmu metode ( metodologi yang tepat).,

Ketiga Tenaga kependidikan, menetapkan kriteria tenaga kependidikan yang meliputi guru, Kepala sekolah, tenaga administrasi yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang penerapannya dilakukan secara bertahap sesuai kondisi riil yang dihadapi.,

Keempat Melakukan evaluasi secara berkala terhadap hasil upaya-upaya perubahan kemajuan yang dicapai dan kendala kendala yang dihadapi.

Dan terakhir menyangkut perbaikan dan pemenuhan sarana dan prasarana. Pesantren atau madrasah harus diperbaiki dan diupayakan sesuai dengan standar yang memadai sebagaimana layaknya sarana pendidikan, baik dengan bantuan pemerintah maupun dengan kekuatan sendiri, Ungkapnya.

Di penghujung arahannya ia menyampaikan bahwa  penyelenggaraan pendidikan Agama dan Keagamaan di lembaga-lembaga GUPPI terus menjadi yang terdepan dan mampu menjadi motor penggerak bagi pendidikan lainnya.” Harapnya

Setelah upacara HUT Pesri ini ketua umum Guppi pusat bersama Ketua Yayasan, Kemenag Kota Kendari dan ketua IKA Pesri melakukan penanaman pohon penghijaun di sekitar pelataran upacara sebagai rangkaian kegiatan Perkemahan. (IK)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Additional information