Ka Kan Kemenag Kota Kendari Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2022 di Pesri
- Details
- Category: Berita
- Published on Monday, 24 October 2022 10:33
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 1146

Kendari, (MTs Pesri)---Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari , H. Muhammad Lalan Jaya, S.Pd, M.Si menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Lingkup Pesantren Ummusshabri (Pesri) Kendari yang dilaksanakan Sabtu, 22 Oktober 2022
Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Pesantren Ummusshabri Kendari ini, diikuti seluruh Santri dan Santriwati Ummusshabri Kendari mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Pengurus Yayasan Ummusshabri Drs H. Arsidik Asuru, MA Serta seluruh staf dan Dewan Guru.
Lalan Jaya saat membacakan sambutan Menteri Agama RI, menyampaikan bahwa sejak Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkantanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri dan secara rutin diselenggarakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan untuk HSN tahun ini mengangkat tema"BerdayaMenjaga Martabat Kemanusiaan".
"Maksud tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan adalah bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Dulu, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah," tegas Menag.
Saat Indonesia masih dijajah para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah. Dan sejarah telah mencatat peran dan kiprah para santri berperang melawan penjajah.
Mereka menggunakan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung misalnya, mereka tidak gentar melawan musuh. Di Surabaya, Resolusi Jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy'ari membakar semangat pemuda Indonesia melawan Belanda. Di Semarang, ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan. Begitu pun di tempat lainnya para santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah,” tuturnya.
Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka, santri juga tidak absen. Disebutkan, KH. Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid, adalah salah satu santri yang terlibat secara aktif dalam pemerintahan di awal-awal kemerdekaan. Dialah, bersama santri-santri, dan tokoh-tokoh agama lainnya turut memperjuangkan kemaslahatan umat agama-agama di Indonesia.
Pascakemerdekaan Indonesia, santri juga lebih semangat lagi memenuhi panggilan Ibu Pertiwi. Mereka tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama.
“Sejarah mencatat bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga mengasosiasikan santri hanya dengan bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam, bahkan mereka menjadi pemimpin negara,” tegasnya.
Menag menyatakan meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama, santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
“Menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi (maqashid al-syariah). Tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia. Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” pesannya.
“Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” lanjutnya.
Terakhir ditegaskan, peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata. Hari santri adalah milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
“Karena itu, saya mengajak semua masyarakat Indonesia, apa pun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” tandasnya.
Diakhir Sambutannya Menag menyampaikan melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, “tutupnya.
Beberapa saat sebelum Upacara hari Santri di ini yang digelar, diawali dengan acara zikir akbar yang dilaksanakan di masjid Ummusshabri dan diikuti seluruh santri dan guru. (IK)

















