Ketua Yayasan Ummusshabri Buka Workshop Nasional 2026
- Details
- Category: Berita
- Published on Sunday, 12 July 2026 15:49
- Written by MTs Pesri Kendari
- Hits: 139

Kendari (Humas MTs Pesri)---Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari secara resmi membuka Workshop Nasional Yayasan Ummusshabri Tahun 2026 di Hotel Horison Kendari, Selasa 7 Juli 2026 mengusung tema “Revolusi Pendidikan Masa Depan: Mengintegrasikan Ekosistem Digital, Kurikulum Internasional, dan Nilai Karakter di Era Gen-Z & Alpha”,
kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pendidik di lingkungan Yayasan Ummusshabri untuk memperkuat kapasitas dan memperbarui strategi pembelajaran dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ummusshabri menegaskan bahwa selama satu dekade terakhir Ummusshabri telah membuktikan diri sebagai salah satu pelopor pengembangan mutu layanan pendidikan di Sulawesi Tenggara. Berbagai inovasi telah dihadirkan, mulai dari pengembangan kelas digital dengan sarana pembelajaran yang terintegrasi sistem komputasi, penyelenggaraan kelas internasional, hingga implementasi berbagai pendekatan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut kini mulai diadopsi oleh banyak sekolah dan madrasah lain. Sebagian bahkan telah berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, Ummusshabri tidak boleh berpuas diri, tetapi harus terus melakukan lompatan-lompatan baru dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Jika kita tidak mampu menciptakan distingsi baru, maka kita harus meningkatkan kapasitas dari distingsi yang telah kita miliki. Pendidikan selalu bergerak cepat, sehingga inovasi harus menjadi budaya di lingkungan Ummusshabri,” tegasnya.
Ketua Yayasan juga mengingatkan bahwa perubahan tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakter peserta didik masa kini. Anak-anak yang memenuhi ruang-ruang kelas saat ini merupakan Generasi Z dan Generasi Alpha, generasi yang sejak lahir telah hidup berdampingan dengan teknologi digital. Mereka tumbuh sebagai digital natives, di mana Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan berbagai teknologi digital bukan lagi sekadar inovasi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari kondisi tersebut, Ummusshabri terus berkomitmen membangun ekosistem digital dalam pendidikan. Ketua Yayasan menegaskan bahwa teknologi saat ini tidak lagi cukup dipahami hanya sebagai perangkat pendukung pembelajaran seperti komputer, proyektor, atau jaringan internet. Teknologi harus menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang mampu menghadirkan kelas yang lebih interaktif, adaptif, kolaboratif, dan berbasis data.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang dimiliki sekolah, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas guru sebagai penggerak utama transformasi pendidikan.
Teknologi hanyalah enabler. Faktor penentunya tetap manusia. Guru adalah kreator yang menentukan apakah teknologi mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
Selain transformasi digital, Ketua Yayasan menegaskan pentingnya penguatan kurikulum internasional sebagai strategi mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan global. Menurutnya, anak-anak di Kendari harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kompetensi berstandar internasional sebagaimana peserta didik di berbagai negara lain.
Melalui kurikulum internasional, peserta didik didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking), komunikasi lintas budaya, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan persoalan kompleks. Dengan bekal tersebut, lulusan Ummusshabri diharapkan mampu menjadi global citizens yang siap berkontribusi dalam pembangunan peradaban dunia.
Meski demikian, Ketua Yayasan menekankan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak boleh menghilangkan identitas dan karakter bangsa. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama pendidikan Ummusshabri.
Pintar saja tidak cukup jika tidak berakhlak mulia. Menguasai teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti apabila kehilangan empati, kejujuran, integritas, dan nilai-nilai spiritual. Karakter adalah kompas moral yang akan menjaga anak-anak kita tetap berpijak di bumi, setinggi apa pun mereka terbang di langit dunia digital,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ketua Yayasan menyampaikan visi besar agar Ummusshabri berkembang menjadi epicentrum of excellence, yaitu pusat gerakan transformasi pendidikan yang tidak hanya berdampak bagi seluruh satuan pendidikan di bawah Yayasan Ummusshabri, tetapi juga menjadi inspirasi serta mitra kolaborasi bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi Tenggara maupun Indonesia.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang untuk bertumbuh bersama. Para guru didorong untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para narasumber, aktif berdiskusi, meninggalkan pola pikir lama yang sudah tidak relevan, serta berani merancang strategi pembelajaran baru yang lebih inovatif sesuai kebutuhan Generasi Z dan Generasi Alpha.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai sesi penguatan kompetensi yang menghadirkan Tim Trainer Yudhistira. Materi yang disampaikan meliputi Sosialisasi Penerapan Buku Hasanah dan Digital AI pada Satuan Pendidikan Lingkup Yayasan Ummusshabri Kendari, Penguatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk Pembelajaran Berkualitas, Strategi Pengembangan Media Pembelajaran Kreatif Sesuai Karakteristik Generasi Digital, serta Metode Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan untuk Meningkatkan Hasil Belajar.
Hari pertama kemudian ditutup dengan sesi Transformasi Ekosistem Digital dalam Pembelajaran Masa Depan yang menghadirkan narasumber dari Google Indonesia. Materi tersebut memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan
Workshop Nasional Yayasan Ummusshabri Tahun 2026 akan berlanjut pada hari kedua dan ketiga dengan berbagai materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran, implementasi kurikulum internasional, pengembangan literasi digital, serta strategi membangun sekolah yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter sebagai jati diri bangsa (YS/IK).
#Workshop Nasional Ummusshabri 2026
#Ummusshabri
#MTs Pesri
#MTs Ummusshabri

















